Rapat Koordinasi Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur Bulan September 2018
Rapat Koordinasi Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur Bulan September 2018

Sebagai tindak lanjut rencana kerja dan dalam rangka menghadapi situasi paska Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Timur, Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan rapat koordinasi dan peningkatan Tim IT kabupaten se-Jawa Timur pada hari Jum’at sampai dengan Sabtu tanggal 28 sampai dengan 29 September 2018 di Hotel Grand Mansion Kota Blitar.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh 27 kabupaten dari 29 kabupaten yang ada di Jawa Timur. Moment yang telah dicanangkan oleh Suprianto,SE selaku ketua umum PAW (Pengganti Antar Waktu) Asosiasi UPK Jawa Timur ketika setahun yang lalu terpilih di Utami Suminar Kabupaten Sumenep. “ Jawa Timur harus utuh, biarlah bentuk apapun UPK Jawa Timur, harus tetap menyatu dalam satu ikatan pada Asosiasi UPK Jawa Timur ”, itulah yang terlontar pada tanggal 7 Oktober 2017, di depan para ketua asosiasi UPK kabupaten se-Jawa Timur yang hadir di Sumenep dan bersepakat menerima perbedaan apapun bentukan UPK Eks. PNPM di Jawa Timur.

Keberhasilan yang dicapai tidak serta merta diperoleh, melainkan dilalui dengan perjuangan untuk dapat menerima perbedaan itu. Kegiatan demi kegiatan didatangi untuk menjalin dan merajut kembali silaturahmi yang pernah tersambung. Komunikasi dengan pengurus kabupaten terus dilakukan guna bertukar informasi satu dengan yang lain, agar keseluruhan dan kelengkapan informasi dapat diperoleh secara utuh dan dapat membuahkan hasil, yaitu dapat menerima perbedaan apapun bentuk UPK sekarang.

Pada rapat koordinasi ini, bersamaan dengan peningkatan kapasitas Tim IT kabupaten se-Jawa Timur, dengan agenda mengoptimalkan Website Asosiasi UPK Jatim, sebagai langkah awal dari pemanfaatan internet dalam rangka “meng-go online-kan” hasil produk binaan UPK. Maka sasaran utama ke depan adalah bagaimana usaha pengurus UPK dalam membantu dan memberdayakan kelompok binaannya dalam memasarkan produk yang dihasilkan. Namun tentu tidak cukup hanya satu atau dua kali pertemuan, melainkan harus adanya tindak lanjut yang intens pada IT sesuai dengan perkembangan teknologi yang tidak mungkin dapat dibendung lagi.

Di ruangan rapat yang lain, ketua asosiasi UPK kabupaten dan pengurus asosiasi UPK provinsi, melaksanakan diskusi berbagai hal perkembangan ke-UPK-an terkini. Supriyanto, SE selaku Ketua Umum Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur dalam kesempatan itu menyampaikan “Sebuah harapan besar bagi kita semua akan keseriusan Pemerintah baik Pusat sampai Daerah untuk memberikan kepastian Tata Aturan yang melindungi kegiatan pelestarian hasil Paska Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.”.

Semua peserta rapat padi intinya semua bersepakat untuk saling berbagi informasi tentang usaha yang dapat dilakukan, baik UPK yang telah bertransformasi ke Bumdesa Bersama, Perkumpulan Berbadan Hukum (PBH) ataupun yang masih tetap sebagai UPK, bahkan bentuk lainnya. Terpenting adalah bahwa di Jawa Timur tidak lagi membahas tentang bentuk badan hukum, karena dianggap sudah final, semua tergantung pada pilihan masing-masing. Akan tetapi sebagai pengemban amanah masyarakat adalah menjaga dana abadi tersebut tetap dapat lestari dan bermanfaat bagi masyarakat se-kecamatan.

Fokus Pilihan Lain

shadow