Rakorda Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur Akhir Tahun 2015

MALANG, 29 Nopember 2015. Dalam rangka menghadapi situasi yang berkembang di masing–masing Kabupaten pasca Pengakhiran  PNPM  “ Mandiri Perdesaan “  di Provinsi Jawa Timur, dan Evaluasi Kegiatan Tahun 2015 serta pembahasan rencana kerja Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur Tahun 2016, Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Rakorda Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur.

 

Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut di laksanakan mulai hari Sabtu sampai minggu tanggal 28-29 Nopember 2015 bertempat di Kota Dingin Malang tepat nya di Hotel Grand Palace Jl. Ade Irma Suryani No. 23 Kasin, Klojen Kota Malang. Peserta dalam rakor kali ini adalah semua Pengurus Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur dan 29 Ketua Asosiasi Kabupaten se Provinsi Jawa Timur. Hadir pula sebagai nara sumber dalam acara tersebut Ketua Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur beserta Sekretaris Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur.

 

Cuaca hujan dan udara dingin di Kota Malang mengiringi pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai pemandu acara dalam kesempatan itu adalah Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur. Acara di mulai pada Pukul 14.00, Agus Sudrikamto, SH Ketua Umum Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur dalam kesempatan itu menyampaikan, “ Diharapkan pertemuan kali ini bisa membahas perkembangan situasi pasca 31 Oktober 2015, serta dampak kedepan bagi UPK khususnya, karena untuk tahun 2016 PTO yang selama ini menjadi acuan kerja, sudah tidak berlaku. Namun semua wilayah diharapkan harus tetap terkendali, dalam hal ini BKAD diharapkan bisa sebagai Pengendali situasi “.

 

Kasno. T. Kasim, SE. MM Wakil Ketua Umum Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, “Saat ini kita dalam masa transisi, semua aspirasi dan situasi dari masing–masing Kabupaten harus di wadahi di Provinsi“. Supoyo, SH Ketua Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan, “Kita harus rukun dan kompak apapun kondisinya, UPK, BKAD, BP UPK dan lembaga lain nya tidak akan ada apabila tidak ada Program, apabila tidak ada kekompakan maka tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Jangan sampai terjadi saling menjatuhkan salah satu lembaga, apabila terjadi saling mencari kesalahan, maka tinggal menunggu saja kehancuran “.

 

Pukul 19.00 acara di lanjutkan dengan pemaparan dari situasi di semua Kabupaten. Masing–masing Kabupaten menyampaikan mengenai situasi terkini Pasca Pengakhiran PNPM Mandiri Perdesaan Tanggal 31 Oktober 2015 lalu. Banyak hal dan beraneka ragam mengenai kondisi yang di alami oleh masing–masing Kabupaten, mulai dari terjadinya pergantian pengurus BKAD di Kecamatan hingga pergantian Pengurus UPK, perlunya standart perencanaan tahun 2016 dan lain–lain. Adapun kesimpulan dari hal paparan masing-masing kabupaten tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Diperlukan Keseragaman Perencanaan Tahun 2016.
  • Diharapkan BKAD dapat segera mengadakan Rakor Bersama, sehingga bisa menyamakan persepsi secara cepat, karena panduan dan aturan main tahun 2016 sudah sangat ditunggu oleh banyak kabupaten..

Di hari ke dua, minggu 29 Nopember 2015 acara di lanjutkan dengan membuat rumusan Standart Perencanaan Tahun 2016 yang akan di ajukan ke Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur untuk di jadikan acuan dan Rencana Kerja Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Karena padat nya agenda pembahasan acara berakhir pukul 12.00 WIB. Salah satu kesepakatan penting dalam kesempatan itu adalah adanya komitmen dari semua peserta bahwa keberadaan Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur tetap diperlukan keberadaannya dan harus dipertahankan.

 

Penulis : Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur.

shadow