Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sekretaris UPK Se Provinsi Jawa Timur

JEMBER, Dalam rangka meningkatkan Kwalitas Pengurus UPK menghadapi Era Pasca Pengakhiran PNPM “Mandiri Perdesaan“, Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sekretaris UPK se Provinsi Jawa Timur. Peningkatan Kapasitas Sekretaris UPK menjadi suatu hal yang diprioritaskan oleh Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur untuk tahun ini. Selain sebagai pendukung untuk memperkuat kapasitas di UPK nya masing-masing, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk membuka wawasan sekretaris UPK untuk melihat perkembangan dan dinamika yang sedang berjalan saat ini.
 

Acara ini di ikuti oleh hampir semua Sekretaris UPK se Provinsi Jawa Timur, Panitia dalam kegiatan ini adalah Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur dengan Organizing Comitte dari UPK Region 7 yaitu Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. Sedangkan Steering Comitte dalam kegiatan ini adalah Pengurus Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur, serta Pembina adalah Ketua Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur dan Ketua Asosiasi BKAD Kabupaten Jember.


Kegiatan ini di buka secara resmi mulai Hari Minggu Tanggal 20 September 2015 Pukul 13.00 s.d Hari Selasa Tanggal 22 September 2015 bertempat di Hotel Bandung Permai dan Hotel Royal Kabupaten Jember. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah dari Kementrian Desa Tertinggal, PDT dan Transmigrasi dan Nara Sumber dari Amalia Konsulan Surakarta.


Pukul 19.00 acara secara resmi di buka Ooeh Kepala Bapemas Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut beliau berpesan bahwa pada nanti nya siapapun yang menaungi aset PNPM  “ Mandiri Perdesaan “, UPK tetap ada dan lestari. Kemudian dilanjutkan materi dari Kementrian Desa Tertinggal, PDT dan Transmigrasi yang disampaikan oleh Nur Rahman Joko dan  Lendy Wibowo. Dalam kesempatan itu Nur Rahman Joko menyampaikan bahwa beliau mendapatkan disposisi resmi dari Dirjen untuk mengisi Acara pada Pelatihan ini. Beliau menyampaikan tentang sosialisasi kebijakan pengakhiran Program, Penataan dan pengalihan kepemilikan aset mulai Sarana Prasarana Hasil PNPM serta Penyelerasan Kelembagaan BKAD dan Dana Bergulir. Lendy Wibowo dalam kesempatan itu memberikan semangat, motivasi serta tips kepada peserta pelatihan dalam rangka menghadapi ketidak jelasan status UPK. Di hari kedua di bagi menjadi 3 kelas, untuk mengikuti materi dari Amalia Konsulan dari Surakarta. Materi yang di sampaikan pada kesempatan itu adalah mengenai Manajemen Perkantoran Modern, Pengelolaan SDM, Etika Perkantoran, Konsep Diri dan Citra Diri, Pelayanan Prima, Pengembangan Diri, Lay Out Perkantoran, dan yang paling penting adalah materi Korespondensi dan Manajemen Perkantoran. Di hari Ke tiga tanggal 22 September 2015 di lanjutkan dengan materi dari Kejaksaaan Kabupaten Lumajang. Yang disampaikan Dodi Ghazali. Dalam kesempatan ini disampaikan tentang Proses Penanganan Pinjaman bermasalah dalam ranah Hukum.


Dan sebagai penghujung kegiatan, acara ini di tutup secara resmi pada pukul 11.00 oleh Pengurus Asosiasi BKAD Provinsi Jawa Timur.

 


Penulis : Asosiasi UPK Provinsi Jawa Timur.

shadow